Perih. Sedih. Membawa air mata dan menorehkan duka mendalam.
Bagaimana tidak? Kesusahan, kesengsaraan, jerih payah, kubangun dengan tapak darah dan peluh segudang.
Waktu itu aku ikhlas menjalani apa yang ditugaskan. Berat memang. Sangat. Tapi aku berusaha bertahan.
Tapi apa yang terjadi kemudian hari ? Seluruh jalan yang kutata dihempaskan begitu saja. Seolah tak ada artinya.