Kamis, 25 Juni 2026

VIOLA 3

St Petersburg, 25 Desember 1873, disinilah semuanya bermula. George Withmore, pacar Viola sejak SMA, meradang setelah mendengar kata putus tepat di hari natal. Matanya memerah, gerahamnya beradu, tangannya mengepal. 

George paham sepenuhnya, dia dan keluarganya hanyalah remahan roti jika dibanding keluarga Dastan. Tapi dia heran, mengapa Viola tak mempertahankannya demi kata cinta yang telah mereka ukir sejak muda.

Kisah cinta masa remaja yang indah, janji setia, lagu kebangsaan, dan kenangan sepanjang jalan, tak pernah George lupakan. Cintanya sudah sangat mendalam. Begitupun Viola, yang ia tahu. 

Namun mengapa Viola berubah hanya dalam hitungan 7 hari saja?
Masa yang terhitung pendek jika dibanding 7 tahun kebersamaan mereka 

Rabu, 24 Juni 2026

VIOLA 2

Semua bermula saat viola memutuskan untuk mematuhi perintah ayahnya, menikah dengan Dastan, seorang putra dari kolega bisnis. 

Dastan pria yang rupawan. Badannya tinggi tegap. Sorot matanya tajam bak elang sedang mengintai mangsa. Rahangnya kokoh kuat. Alisnya tebal berbentuk bulan sabit. Jambangnya tipis. Brewok nya tercukur rapi. Khas wajah arab timur tengah. 

Siapa yang menyangka bahwa patuh dan taat perintah orang tua justru membawa viola pada hidup sengsara ?


VIOLA 1

Putri mahkota keturunan Tsar Pieter Agung ke-5 itu hanya bisa tergolek tak berdaya. Viola, kulitnya putih pucat khas wanita Eropa pada umumnya, berhidung mancung sempurna, bermata biru langit, bibirnya tipis pucat. Peraduan mewah khas kerajaan sudah hampir setahun menjadi singgasananya. Puluhan dokter bahkan angkat tangan tak bisa menyembuhkannya.

Viola, namanya menjadi buah bibir di kalangan bangsawan, sejak dia segar bugar hingga menderita penyakit aneh seperti sekarang. Tak ada pria yang berani menikahkan anaknya dengan viola, meskipun dia putri mahkota, calon pewaris tunggal kekaisaran Rusia. 

Selasa, 23 Juni 2026

MBG : Quo Vadis ?

Jalan depan gang rumah saya ditutup! Ga bisa lewat! Ada apa ini? 
Puluhan bahkan ratusan orang berkurumun. 

Pak polisi, saya boleh jalan lurus? Gabisa Bu. Ada demo. Waduh. 

Tapi pak, rumah saya disitu. Saya ga bisa pulang donk. 

Ya wes lah Bu tapi hati-hati ya.
Lewat gang dalam saja. 

Demo MBG ternyata. 

Kalo disuruh memilih, saya pasti pilih hentikan program MBG. Tapi, menghentikannya tidak semudah itu, Ferguso. 

Disitu sisi, MBG lah penyebab pemborosan uang negara hingga trilyunan. Dana pendidikan dan kesehatan dikurangi demi MBG tetap bisa jalan. 

Dana kesehatan. Obat dibatasi, bahkan beberapa pos layanan seperti cuci darah pun sekarang tidak di cover BPJS. Bayangkan, keluargamu disana tinggal menunggu hari. Habis harta, pertanda akan tamat pula nyawa. 

Dana pendidikan. Berapa fasilitas pendidikan yang tak lagi disubsidi pemerintah. Dana penelitian, dll dikurangi. Tinggal tunggu waktu saja negeri ini hancur perlahan.

MBG. Mari kita lihat di lapangan. Seberapa sukses MBG di sekolah favorit ? Ompreng2 hanya dilihat sambil lalu. Jika lauknya cocok, maka ada kemungkinan dimakan sampai bersih. Jika tidak sesuai selera, bahkan ompreng tak akan dibuka. 

Disisi lain, MBG membuka lapangan kerja yang cukup menjanjikan. Gaji tetap yg lumayan, jam kerja yg fleksibel, lokasi yg berekatan dgn rumah, membuat sebagian warga pasti pro dgn MBG. 

Jadi solusinya bagaimana?

Menurut saya pribadi, seharusnya ada syarat tertentu untuk sekolah yg berhak menerima MBG. Tidak mungkin juga jika MBG diberikan ke sekolah swasta favorit elit yang bayar SPP sebulan, setara dengan gaji karyawan. 

Sppg pun harus melalui uji kualifikasi. Mulai dari pemilihan menu oleh para ahli gizi, hingga sajian tampilan makanan yang harus dibuat super kreatif. Anak jaman sekarang, siapa yg akan semangat makan jika saat ompreng dibuka, mereka ketemu telor bulat yg siap dipake bilyard. 

Terakhir, saat pengiriman. Pihak sppg harus berkomitmen untuk tepat waktu saat pengiriman. Seringnya, karena banyak sekolah rekanan, hingga dua jam sebelum pulang, makanan baru dikirim. 


Jumat, 29 Agustus 2025

LDKS


Bagiku momen ldks itu seperti mengorek luka. Apalagi saat mendengar anak-anak OSIS MPK menyanyikan lagu kebangsaannya. 

Perih. Sedih. Membawa air mata dan menorehkan duka mendalam. 

Bagaimana tidak? Kesusahan, kesengsaraan, jerih payah, kubangun dengan tapak darah dan peluh segudang. 

Waktu itu aku ikhlas menjalani apa yang ditugaskan. Berat memang. Sangat. Tapi aku berusaha bertahan. 

Tapi apa yang terjadi kemudian hari ? Seluruh jalan yang kutata dihempaskan begitu saja. Seolah tak ada artinya. 

Sabtu, 09 Agustus 2025

ide cerpen 1

https://www.facebook.com/share/p/19NZ3Uf7Bc/?mibextid=UyTHkbhttps://www.

facebook.com/share/p/19NZ3Uf7Bc/?mibextid=UyTHkb

Kamis, 17 Juli 2025

LACHLAN 11

Lachland bertanya padaku dimana sebaiknya ia memasang chip pendeteksi projectnya. 

Setelah berkeliling kastil tadi, aura gelap kurasakan di sekitar pintu masuk. Atmosfir tak lazim semakin pekat saat awan hitam berarak tepat di atas kastil. Suasana mencekam sangat terasa. Instingku berkata ini adalah saat yang tepat jika ingin menembus alam lain.

Kusarankan Lachlan untuk segera memasang chip di lorong dinding batu bekas pintu masuk kastil. 

Sigap dikeluarkan nya tablet untuk memulai kerja chip. Tak lama, apa yang semula kupikirkan sungguh terjadi. 

Lengkungan pintu tiba-tiba gelap. Tak lama kemudian muncul garis-garis transparan memenuhi sekujur pintu. 

Aku memekik girang, "Lachlan, kita berhasillll. Yeayyyy," 

"Kau mau ikut masuk ke dalam? Aku ingin memeriksa ada apa di sana."

Kuanggukkan kepala cepat saat Lachlan berhenti berkata. Penasaran banget dengan project ini. 

Kami berdua segera melangkahkan kaki masuk melewati pintu.