Jumat, 29 Agustus 2025

LDKS


Bagiku momen ldks itu seperti mengorek luka. Apalagi saat mendengar anak-anak OSIS MPK menyanyikan lagu kebangsaannya. 

Perih. Sedih. Membawa air mata dan menorehkan duka mendalam. 

Bagaimana tidak? Kesusahan, kesengsaraan, jerih payah, kubangun dengan tapak darah dan peluh segudang. 

Waktu itu aku ikhlas menjalani apa yang ditugaskan. Berat memang. Sangat. Tapi aku berusaha bertahan. 

Tapi apa yang terjadi kemudian hari ? Seluruh jalan yang kutata dihempaskan begitu saja. Seolah tak ada artinya. 

Sabtu, 09 Agustus 2025

ide cerpen 1

https://www.facebook.com/share/p/19NZ3Uf7Bc/?mibextid=UyTHkbhttps://www.

facebook.com/share/p/19NZ3Uf7Bc/?mibextid=UyTHkb

Kamis, 17 Juli 2025

LACHLAN 11

Lachland bertanya padaku dimana sebaiknya ia memasang chip pendeteksi projectnya. 

Setelah berkeliling kastil tadi, aura gelap kurasakan di sekitar pintu masuk. Atmosfir tak lazim semakin pekat saat awan hitam berarak tepat di atas kastil. Suasana mencekam sangat terasa. Instingku berkata ini adalah saat yang tepat jika ingin menembus alam lain.

Kusarankan Lachlan untuk segera memasang chip di lorong dinding batu bekas pintu masuk kastil. 

Sigap dikeluarkan nya tablet untuk memulai kerja chip. Tak lama, apa yang semula kupikirkan sungguh terjadi. 

Lengkungan pintu tiba-tiba gelap. Tak lama kemudian muncul garis-garis transparan memenuhi sekujur pintu. 

Aku memekik girang, "Lachlan, kita berhasillll. Yeayyyy," 

"Kau mau ikut masuk ke dalam? Aku ingin memeriksa ada apa di sana."

Kuanggukkan kepala cepat saat Lachlan berhenti berkata. Penasaran banget dengan project ini. 

Kami berdua segera melangkahkan kaki masuk melewati pintu.




LACHLAN 10

Tiba di Kastil Sween. Cuaca kabut, mendung, dan dingin menyambut kedatangan kami. Kesan suram dan menakutkan nampak pada kastil tertua di Scotlandia ini. Dindingnya terbuat dari batu kali hitam yang besar, ditata melingkar  membentuk menara. Ada juga reruntuhan kastil berbentuk istana namun tak ada atap. 

Sekali lagi kurapatkan jaket tebal dan syal. Juga topi rajut hingga penutup telinga. Meskipun tiada salju, tapi dinginnya benar-benar ga main-main. Kopi panas langsung dingin saat sampai di bibir. Harus terus bergerak biar ga jadi es batu. 

Kulihat Lachlan sepertinya tak sedikitpun merasakan hawa dingin. Mungkin dia sudah terbiasa. Lahir dan besar di negerinya sendiri, jelas ia sudah beradaptasi sejak bayi. Sangat jauh beda denganku yang terbiasa iklim tropis. 





Selasa, 15 Juli 2025

LACHLAN 9

Pagi, saat matahari mulai bangun dari peraduannya, aku dan Lachlan telah siap menjejakkan kaki ke penjuru kastil.

LACHLAN 8

Kastil Sween sore itu gelap dan berkabut. Ditambah rintik gerimis yang tiada henti, semakin menambah kesan mistis dan horor kastil tertua di Scotlandia ini. Dibangun seribu tahun yang lalu dan masih berdiri kokoh hingga kini, menjadikan Kastil Sween salah satu destinasi wisata sejarah terfavorit di negeri berbahasa Gaelik ini.

Lachlan dan aku menyewa hostel didekat kastil selama beberapa hari ke depan. Project uji coba hologram nya telah menanti. 

Sore ini terlalu larut buat kami untuk langsung in action. Kami memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu esok datang. Setelah check in, kami berdua langsung masuk ke kamar masing-masing. Perjalanan enam jam dari Edinburgh ke Sween membutuhkan waktu hampir enam jam. Lelah perjalanan seolah terobati saat tubuh berbaring di kasur hostel yang nyaman. Mandi air panas rupanya sangat membantu hilangkan penat. 



Minggu, 13 Juli 2025

LACHLAN 7

Lambat Laun, aku dan Lachlan menemukan satu kesamaan: penasaran dengan masa lalu bangsa Scotlandia, nenek moyang Lachland. Projectnya berjudul "Kembali Ke Masa Lalu Melalui Hologram di Kastil Sween". Kastil ini adalah yang tertua di Scotlandia. 

Rasa penasaran membawa kami pada suatu penjelajahan waktu yang tak berujung. 

Pada suatu hari di taman kampus, Lachlan bilang, "Marie, Minggu depan aku mau ke Sween. Apakah kamu mau ikut denganku? Aku mau menguji cabakan penemuanku. Kurasa, aku tahu tempat yang tepat."

"Tentu saja Lachlan. Aku selalu ikut kemanapun kau pergi."