Sekali lagi kurapatkan jaket tebal dan syal. Juga topi rajut hingga penutup telinga. Meskipun tiada salju, tapi dinginnya benar-benar ga main-main. Kopi panas langsung dingin saat sampai di bibir. Harus terus bergerak biar ga jadi es batu.
Kulihat Lachlan sepertinya tak sedikitpun merasakan hawa dingin. Mungkin dia sudah terbiasa. Lahir dan besar di negerinya sendiri, jelas ia sudah beradaptasi sejak bayi. Sangat jauh beda denganku yang terbiasa iklim tropis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar