Minggu, 13 Juli 2025

LACHLAN 5

Hari ini, mata kuliah pengantar sejarah Mediterania berakhir. Profesor Anthony memberi tugas riset sejarah abad pertengahan yang ada di Scotlandia. Baru pertama ketemu langsung tancap gas. 

Aku pikir, aku akan banyak dapat ide di perpustakaan. Jadi segera aku beranjak menuju perpustakaan digital buat mencari referensi. Iya, perpustakaan disini ada 2. Yang satu perpustakaan eksemplar namnya, berisi buku, sangat banyak sekali, mulai dari awal universitas ini berdiri hingga sekarang. Satunya lagi perpustakaan digital, tempat semua e book, jurnal ilmiah , laporan penelitian, dan layanan gratis dunia maya. 

Kutempelkan kartu mahasiswa di pintu masuk perpustakaan. Terbuka otomatis. Ya, disini kau harus punya kartu mahasiswa buat masuk ke semua fasilitas kampus. Perpustakaan eksemplar, perpustakaan digital, kantin, tempat gym, kolam renang, dan seabreg fasilitas pendukung mahasiswa, semua lengkap ada di kampus berukuran 5 hektar ini. Luas banget pokoknya.

Saat aku masuk ke perpustakaan, kembali aku tap kartu mahasiswa untuk mengisi buku tamu. Keren, ga pakai nulis! Tanpa petugas. Semuanya tertata rapi, secara mandiri. Hampir seluruhnya menggunakan sistem yang canggih. 

Aku memilih komputer di pinggir. Di sebelahku ada seorang mahasiswa yang sudah asyik dengan komputernya. 

Aku mencari tombol power buat menyalakan komputer di depanku. Tapi kok ga ada ya? Gimana caranya? 

Aku kehabisan akal. Akhirnya kuberanikan diri bertanya pada mahasiswa di sebelahku. 

"Pardon, apakah aku bisa mengganggumu sebentar? This computer, how to click the power on?" aku berasa jadi orang dusun yang sangat jadul. Ga tau apa-apa. 

"Ah, of course. just tap your id card over here " katanya sambil nunjuk ke lampu monitor. 

Ya Tuhan. Secanggih itu. Dan aku lupa kesaktian kartu mahasiswa ku. Ya . Ya. Ya. Semua serba tap. 

Hingga aku selesai mencari referensi, mahasiswa itu masih disana. Biar dianggap sopan, aku berpamitan.

"I have finished my job. Thank you for helping me. See you."

"My pleasure," dia menjawab.

"Wait, aku sudah selesai juga. Mau keluar bareng?" 

"Well, that sounds good. Baiklah,"

Kami berjalan keluar perpustakaan.  

"Kita belum berkenalan. Namaku Lachlan. Kamu siapa? Kayaknya kamu bukan orang Scotlandia. Wajahmu sangat Asia," 

Aku tersenyum gugup. 

"Namaku Marie. I come from Indonesia. Yeah, you are right. This is my first time going to Scotland and studying here," 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar