"Kenzi San, masuklah. Mari duduk,"
Tanpa babibu, Kenzi langsung mendaratkan tubuhnya di kursi.
"Ada apa sensei. Kenapa saya dipanggil kesini. Saya salah apa lagi. Kenapa selalu saya yang salah?"
Belum mengucap sepatah kata, Aichiro sensei sudah diberondong kekesalan Kenzi.
Aichiro sensei hanya tersenyum, diam, mendengarkan celotehan Kenzi dengan sabar. Hingga akhirnya tiba juga jeda Kenzi kehabisan kata-kata. Barulah Aichiro sensei mengusap punggung Kenzi.
"Nak, kami tidak ingin apa-apa. Kami para guru disini semua menyayangi kalian. Ingin semua siswa menjadi manusia yang mempunyai arti. Bukan menjadikan kalian semua pandai. Bukan pula membuat kalian berprestasi. Namun lebih pada kebaikan Budi pekerti."
Kenzi hanya menunduk. Entah ia paham atau mengantuk. Atau malah ia memasang headset menyumpal telinganya.
Sepuluh menit kemudian, Rika sensei masuk. Duduk di seberang Kenzi dan Aichiro sensei.