Senin, 30 Juni 2025

UNMEI 8

Setibanya di ruang konseling, Aichiro sensei menyambutnya.

"Kenzi San, masuklah. Mari duduk,"

Tanpa babibu, Kenzi langsung mendaratkan tubuhnya di kursi.

"Ada apa sensei. Kenapa saya dipanggil kesini. Saya salah apa lagi. Kenapa selalu saya yang salah?" 

Belum mengucap sepatah kata, Aichiro sensei sudah diberondong kekesalan Kenzi.

Aichiro sensei hanya tersenyum, diam, mendengarkan celotehan Kenzi dengan sabar. Hingga akhirnya tiba juga jeda Kenzi kehabisan kata-kata. Barulah Aichiro sensei mengusap punggung Kenzi.

"Nak, kami tidak ingin apa-apa. Kami para guru disini semua menyayangi kalian. Ingin semua siswa menjadi manusia yang mempunyai arti. Bukan menjadikan kalian semua pandai. Bukan pula membuat kalian berprestasi. Namun lebih pada kebaikan Budi pekerti." 

Kenzi hanya menunduk. Entah ia paham atau mengantuk. Atau malah ia memasang headset menyumpal telinganya. 

Sepuluh menit kemudian, Rika sensei masuk. Duduk di seberang Kenzi dan Aichiro sensei.


Minggu, 29 Juni 2025

UNMEI 7

Pagi itu Kenzi awali dengan suasana hati yang bad mood. Berawal dari terlambat, lalu insiden dengan Rika sensei. Dalam hatinya ia tahu, tak pantas berlaku seperti itu pada gurunya. Namun ego tinggi memangkas habis adab santun itu.

Berita Kenzi vs Rika sensei rupanya lekas menyebar ke seluruh antero SMA Kanagawa. Kejadian ini direkam oleh salah satu teman sekelasnya. Sontak, Kenzi menjadi artis. Kemanapun ia melangkah, bisik-bisik selalu menyertai. Ke kantin, ke perpustakaan, atau ke toilet sekalipun. Pandangan mata yang terarah padanya hampir bernada tak suka.

"Ah, masa bodoh. Suka-suka aku lah. Ini hidupku."

Semakin dia emosi, semakin bertambah bencinya pada Rika sensei. 

Jam istirahat hampir habis ketika tiba-tiba ada pengumuman lewat speaker kelas. 

"Pengumuman ditujukan kepada Kenzi Katsumura kelas XI-7 Harap segera menuju ke ruang konseling sekarang. Terimakasih."

Bergemuruh dada Kenzi. Gejolak jiwa mudanya terusik. Dengan penuh emosi, ia menuju ruang konseling, setelah menggebrak meja melampiaskan amarahnya.

Pacar Kenzi, Yuki, tak bisa berkata-kata lagi. Ia paham betul watak Kenzi. Kalau sudah emosi, mending ia diam dan menjauh. Daripada ia mendekat, lalu terkena abu panas vulkanik muntahan gunung Fujiyama yang meletus tiba-tiba. 

Sabtu, 28 Juni 2025

UNMEI 6

Rika sensei geleng-geleng kepala, terheran-heran dia melihat kelakuan siswa jaman sekarang. Sudah terlambat, masuk kelas tidak memberi salam, pada gurunya tak ada kata minta maaf sebab terlambat dan menjelaskan alasannya. Benar-benar sudah luntur norma etika dan kesopanan di bumi ini.

"Kenzi San, kemarilah sebentar," Rika sensei memanggil, berharap bisa memperbaiki sikap muridnya.

Yang dipanggil segera berdiri, berjalan menuju sang guru. 

"Apa sensei? Ada apa? Mau memarahi aku lagi? Sudahlah sensei. Aku sudah kenyang sepagi ini dimarahi terus. Tak bisakah aku hidup damai?" Cerocos Kenzi.

Terhenyak Rika sensei. Selama dua puluh tahun dia menjadi pendidik, tak pernah ada siswanya berkata-kata seperti ini. 

"Siapa yang marah Kenzi ? Sensei hanya ingin bertanya mengapa kamu terlambat hari ini?" pelan sambil tersenyum Rika sensei berucap sembari mengelus dada.

Sabarrr...sabarrrr ..ini masih pagi. Oh Tuhan berikan kekuatan menghadapi makhluk titipanmu satu ini. Lamat-lamat Rika sensei merapal doa. 

"Kenapa semua orang kepo tentang hidupku sih? Aku ini punya kehidupan pribadi sendiri sensei. Apakah aku harus melaporkan semuanya? Aku terlambat pun cuma sepuluh menit."

"Ya sudah. Silakan duduk Kenzi. Silakan baca bukumu. Kita masih punya waktu sepuluh menit lagi di jam membaca pagi."

Rika sensei memutuskan untuk mengalah. Percuma kalau saat ini dia mengomel. Nanti sajalah waktu pelajaran, dia akan menyelipkan nasihat adab pada guru.


Jumat, 27 Juni 2025

UNMEI 5

Saat Kenzi berjalan melewati lorong, nampak santailah dia. Kelas-kelas yang ada di sepanjang lorong sunyi senyap. Ini adalah jam membaca. Pasntas saja tak ada suara. Pasti semua siswa sedang sibuk dengan bukunya masing-masing. 

Tiba di kelas. Kenzi tersenyum lebar pada guru yang mengajar. Rika sensei sedang ada di kelasnya. Dengan membusungkan dada Kenzi menuju tempat duduknya. Guru nya ia lewati begitu saja, tanpa salim dan permisi. Apalagi penjelasan mengapa dia terlambat hari itu 

Kamis, 26 Juni 2025

UNMEi 4

"Halah sensei... Aku loh cuman telat sepuluh menit," Kenzi berusaha membela diri biar ga kena hukuman. 

Di sekolah ini, hukumannya ngeri. Kalau sudah terlambat 5 kali, besoknya harus datang lebih pagi buat membersihkan seluruh toilet yang ada di sekolah. Dan hari ini Kenzi sudah lima kali telat.

"Kenzi-san, ini adalah keterlambatan mu yang kelima. Jika besok masih telat, maka hukumannya kau sudah tahu sendiri apa."

"Hai, sensei. Arigato gozaimasu."

Kenzi pun melewati lorong untuk bisa sampai di kelasnya. 

Rabu, 25 Juni 2025

UNMEI 3

Pagi itu Kenzi berangkat ke sekolah terburu-buru, padahal matahari masih malu-malu. 

"Okaa-san, aku berangkat dulu. Mau jemput Junko-san. Ja mata,"

"Kenzi-san, sarapan dulu. Okaa-san sudah masak, nih. Kalo gitu tunggu, dipake bekal aja ya."

Kenzi bergegas menaiki kuda besinya menuju rumah Junko.

Rumah Junko sebenarnya tidak jauh, hanya saja, untuk sampai di sekolah, Kenzi harus memutar dulu karena jalanan ke rumah Junko hanya bisa dilewati kendaraan satu arah. 

Jam 6.55 Kenzi dan Junko baru tiba di sekolah. Tentu mereka berdua terlambat. Akihito sensei telah berdiri di depan gerbang. 

"Turun! Segera kemari. Kau tahu ini jam berapa Kenzi ? Kau ingat janjimu kemarin kalau tidak akan telat lagi?"

Selasa, 24 Juni 2025

UNMEI 2

Di sekolah ini, Kenzi punya tambatan hati. Namanya Junko Sakuraba. Sepertinya mereka berdua memang benar-benar sedang dimabuk asmara. Dimana ada sakuraba, disitu pasti ada Kenzi.

Senin, 23 Juni 2025

UNMEI 1

KENJI NO UNMEI

Namanya Kenzi Matsunaga.
Hampir semua guru mengeluhkan sikap dan perbuatannya. Tak ada sopan santun barang sedikitpun. Tak punya empati walau secuilpun. Tak takut pada siapapun, meskipun gurunya sendiri.