"Kenzi San, kemarilah sebentar," Rika sensei memanggil, berharap bisa memperbaiki sikap muridnya.
Yang dipanggil segera berdiri, berjalan menuju sang guru.
"Apa sensei? Ada apa? Mau memarahi aku lagi? Sudahlah sensei. Aku sudah kenyang sepagi ini dimarahi terus. Tak bisakah aku hidup damai?" Cerocos Kenzi.
Terhenyak Rika sensei. Selama dua puluh tahun dia menjadi pendidik, tak pernah ada siswanya berkata-kata seperti ini.
"Siapa yang marah Kenzi ? Sensei hanya ingin bertanya mengapa kamu terlambat hari ini?" pelan sambil tersenyum Rika sensei berucap sembari mengelus dada.
Sabarrr...sabarrrr ..ini masih pagi. Oh Tuhan berikan kekuatan menghadapi makhluk titipanmu satu ini. Lamat-lamat Rika sensei merapal doa.
"Kenapa semua orang kepo tentang hidupku sih? Aku ini punya kehidupan pribadi sendiri sensei. Apakah aku harus melaporkan semuanya? Aku terlambat pun cuma sepuluh menit."
"Ya sudah. Silakan duduk Kenzi. Silakan baca bukumu. Kita masih punya waktu sepuluh menit lagi di jam membaca pagi."
Rika sensei memutuskan untuk mengalah. Percuma kalau saat ini dia mengomel. Nanti sajalah waktu pelajaran, dia akan menyelipkan nasihat adab pada guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar