Minggu, 29 Juni 2025

UNMEI 7

Pagi itu Kenzi awali dengan suasana hati yang bad mood. Berawal dari terlambat, lalu insiden dengan Rika sensei. Dalam hatinya ia tahu, tak pantas berlaku seperti itu pada gurunya. Namun ego tinggi memangkas habis adab santun itu.

Berita Kenzi vs Rika sensei rupanya lekas menyebar ke seluruh antero SMA Kanagawa. Kejadian ini direkam oleh salah satu teman sekelasnya. Sontak, Kenzi menjadi artis. Kemanapun ia melangkah, bisik-bisik selalu menyertai. Ke kantin, ke perpustakaan, atau ke toilet sekalipun. Pandangan mata yang terarah padanya hampir bernada tak suka.

"Ah, masa bodoh. Suka-suka aku lah. Ini hidupku."

Semakin dia emosi, semakin bertambah bencinya pada Rika sensei. 

Jam istirahat hampir habis ketika tiba-tiba ada pengumuman lewat speaker kelas. 

"Pengumuman ditujukan kepada Kenzi Katsumura kelas XI-7 Harap segera menuju ke ruang konseling sekarang. Terimakasih."

Bergemuruh dada Kenzi. Gejolak jiwa mudanya terusik. Dengan penuh emosi, ia menuju ruang konseling, setelah menggebrak meja melampiaskan amarahnya.

Pacar Kenzi, Yuki, tak bisa berkata-kata lagi. Ia paham betul watak Kenzi. Kalau sudah emosi, mending ia diam dan menjauh. Daripada ia mendekat, lalu terkena abu panas vulkanik muntahan gunung Fujiyama yang meletus tiba-tiba. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar