Kamis, 03 Juli 2025

UNMEI 11

Dibalik kegarangan hatinya, lubuk hati Kenzi sadar betul ia salah. Ia tengah mengkhianati nurani. Namun ego kembali berbisik mesra, mengalun membela salahnya. Perang berkecamuk hingga ia tiba di depan ruang kelas.

"Sumimasen sensei, saya tadi barusan dipanggil Aichiro sensei di ruang BK," ucap Kenzi melihat Masako sensei sedang mengajar Matematika, pelajaran yang ia suka.

"Masuklah Kenzi San. Mari duduk. Lekas buka bukumu halaman 57," Masako sensei berkata.

Masako sensei adalah guru kesukaan Kenzi. Ia sangat suka pelajaran Matematika yang dibawakan Masako sensei. Dan lagi, Masako sensei orangnya asyik, pintar mengajar, juga cantik, sedap dipandang.

Selama pelajaran berlangsung, Masako sensei tak sekalipun bertanya atau menyinggung soal Kenzi yang dipanggil ke BK. Ia seperti tak tahu apa-apa. Padahal faktanya, tak mungkin berita Kenzi luput dari telinga siapapun di SMA Kanagawa.

Jam Matematika habis. Masako sensei berpamitan. Tiba di dekat pintu, tiba-tiba ia kembali dan memanggil Kenzi. 

"Kenzi San bisa kemari sebentar?" panggilnya.

"Kenzi San, saya percaya kami adalah anak yang baik. Kamu sudah dewasa. Saya yakin kamu bisa membedakan mana benar dan yang salah. Ikuti kata hatimu. Jangan biarkan kejahatan menguasaimu. Sensei doakan kamu menjadi orang yang sukses," lembut penuh kasih ibu gaya bicara Masako sensei. Beda banget dengan waktu mengajar tadi.

Kenzi menunduk dalam. Bicara empat mata model kayak begini saja dengan Masako sensei bisa membuat hatinya luluh.
Tapi dengan Rika sensei? Kenzi masih menyimpan dendam karena merasa dipermalukan didepan semua teman.
***

Esok harinya, Kenzi datang lebih awal dengan Junko, sang kekasih. Senyum lebar menghias wajah gantengnya yang menawan. Hidung mancung, lesung pipit. Membuatnya semakin menjadi idola.

"Kenzi San, kau dipanggil ke ruang BK," tergopoh-gopoh setengah berlari, Sinosuke mengabarkan. 

Kenzi tertawa tiba-tiba. Dengan bahagia ia menuju ruang BK. Sepertinya mereka sudah tahu perbuatannya. Kemarin Kenzi menyelinap ke kamar mandi guru. Menuliskan di cermin, "Dasar perempuan tua ga laku2. Makanya gausah kepo," ditujukan pada Rika sensei. 

"Kenzi-san, masuk. Apa yang kau lakukan kemarin sepulang sekolah? Kami menemukan hasil karyamu di cermin kamar mandi guru. Maksudmu apa?" 

"Aku sakit hati, tidak terima dipermalukan di depan kelas seperti itu."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar