Kenzi duduk diam tak membantah perkataannya. Ia masih menghormati Aichiro sensei karena gurunya yang satu ini sudah tua.
"Dengan sangat terpaksa, kami harus memanggil orang tuamu Kenzi. Beritahu ibumu, esok kami tunggu di ruangan ini jam 8 pagi,"
"Ibu yang mana, sensei?"
"Maksudmu apa?"
"Iya ibu yang mana? Kalo mama kandung saya, sudah lama meninggalkan dunia ini. Sejak saya SD. Kalo mamak, ia sebenarnya nenek saya, yang merawat sejak mama pergi. Kalo bunda, dia istrinya papa yang kedua,"
"Jadi ibumu sudah tiada, nak?"
Aichiro sensei terdiam tanpa kata.
"Baiklah, esok bundamu yang datang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar