Selasa, 08 Juli 2025

UNMEi 15

Kenzi terpental kenpinggir trotoar. Pingsan. Sedangkan Aichiro sensei jatuh tertimpa sepedanya. Kejadian sungguh cepat. Tiba-tiba ambulan sudah datang. Mereka berdua dibawa ke rumah sakit terdekat. 

"Moshi-moshi apakah ini ibunya Kenzi San?" Suara diseberang menghubungi ibu Kenzi berulang kali. Karena nomornya tak dikenal, ibu Kenzi tak mengangkatnya. Takut penipuan. Namun dering telepon tak berhenti. Terpaksa ia angkat juga.

"Hai. Iya benar. Ini siapa?" 

"Kami dari kepolisian. Anak ibu kecelakaan. Sekarang ada di rumah sakit daigakku. Silakan datang,"

"Apa??? Anak saya kecelakaan? Anda tau nomor saya darimana?"

"Korban yang ditabrak adalah gurunya sendiri. Saya tau nomor anda dari gurunya, Aichiro sensei,"

"Ta Tuhan Kenzi. Apalagi yang terjadi? Belum juga selesai kasus di sekolah. Sekarang sudah ada lagi. Tuhan berilah hamba kekuatan."

***

Secepat kilat, ibu Kenzi menelepon suaminya. Berdua mereka pergi ke rumah sakit. Sesampainya di UGD mereka bertemu Aichiro sensei.

"Sensei, sumimasen. Kenzi San, apakah ia baik-baik saja? Gomennasai. Maaf. Sudah merepotkan anda. Bagaimana keadaan sensei?"

"Saya baik. Hanya lecet sedikit. Waktu itu saya baru saja keluar dari sekolah. Hendak berbelok. Tiba-tiba Kenzi datang dari arah yang berlawanan. Kencang sekali. Kami tak bisa menghindar. Beruntung saya selalu pelan. Kelihatannya Kenzi  parah. Saya ga tau dia ada dimana. Mungkin di ICU. Cobalah tanya pada perawat "

***

"Ibu, putra anda gegar otak ringan. Hingga sekarang belum sadar. Jika anda ingin masuk, bisa bergantian. Mohon tidak berisik,"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar