Minggu, 16 April 2023

camp 2023 - day 13 (16 April) - Akhir Bhasundara


Akhir Bhasundhara

Lemah Bhasundhara membuka mata. Sakit yang dideritanya tak kunjung pergi. Jantungnya serasa ditusuk-tusuk setiap menjelang matahari terbenam. Saat tengah malam, dadanya seperti dihempas batu besar, membuatnya sesak napas. Dan ketika fajar mulai datang, tubuhnya panas seakan terbakar. 

Amrita, buah hati Bhasundhara dengan Dachen, yang lebih dulu berpulang menuju nirwana, begitu telaten merawat ibunya. Amrita tak tahu sakit macam apa yang diderita sang ibu. Seorang Lama memberitahunya saat ia sedang berdoa di kuil, bahwa ibunya kena guna-guna. 

Amrita meneliti siapa gerangan yang tega melakukan ini pada ibunya. 

"Amrita, kemarilah. Tak usah kau bersedih. Ibu baik-baik saja. Jangan risau. Buanglah semua rasa curiga mu. Ibu tau nak. Kenapa ibu sampai begini. Jika kau ingin tau, maka ibu akan mengatakannya. Tapi berjanjilah, bahwa kau tak akan menaruh dendam pada orang itu."

"Baiklah ibu"

"Nak, selalu ingatlah bahwa dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung. Hormatilah tradisi leluhur, juga masyarakat  kita. Kita ini orang Tibet, yang tak bisa menghindari pemakaman langit sampai kapanpun. Jika kau tak mau dimakamkan seperti tradisi masyarakat kita, kamu bebas untuk pergi kemanapun kau mau."

Ayahmu adalah salah satunya yang menolak sky burial

Celaka

Ibundinguna guna


Sabtu, 15 April 2023

camp 2023 - day 12 (15 April) - Suratku untuk Dunia


Suratku untuk Dunia

Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri saat ayahku dihukum gantung. Tahun 2006 memang sudah lama berlalu. Namun bagiku semuanya masih seperti kemarin. 

Ayahku, orang-orang memanggilnya Saddam Hussein. Dia adalah penguasa Irak yang termasyur di jamannya. Banyak yang memuja, sekaligus membencinya. Namun aku tak peduli dengan penilaian manusia.

Ayah bagiku adalah sosok yang sempurna. Meskipun dia sangat sibuk dengan urusan negara, tapi dia masih menyempatkan diri menemaniku bermain saat aku masih kecil. Ayah juga yang mengantarkanku pergi ke sekolah. Juga yang menanya bagaimana hariku. Apakah aku senang ato ada yang menganggu.

Saat liburan tiba, ayah mengajak semua amggota keluarga naik kapal pesiar pribadi. Kapal ini diberi nama Al Mansur. Kapal ini bukan sekadar kapal pesiar pada umumnya. Ayahku mendesain sendiri detail didalamnya. Kamar tidur berjumlah banyak berjajar berderet rapi. Pemandangan didalamnya tak ubahnya kamar hotel bintang lima. Dihiasi emas dan bantal-bantal empuk berbulu angsa. Kamar mandi dalam nya mewah bak pemandian putri raja. 

Bersambung


Jumat, 14 April 2023

camp 2023 - day 11 (14 April) - Auschwitz


Auschwitz

Gwen Strauss masih duduk di kursi goyang. Rambutnya tak lagi berwarna pirang. Semua tertutup uban. Kulitnya pun tak lagi kencang. Baju khas perempuan jaman dulu ia kenakan. Tak terhitung berapa kali ia mengusap pipinya yang basah. Sudah ratusan kali ia mengucap kata maaf selama berbicara denganku. Bergetar bibirnya saat bagian terpahit dari hidupnya dikisahkan ulang.

Aku mendapat tugas penelitian dari kampus, mewawancarai perempuan yang menjadi saksi hidup era Nazi. Tak banyak yang tersisa. Sebagian besar sudah berkalang tanah. Dan jika masih hidup pun jarang ada yang bersedia menyingkap kembali masa lalunya. Gwenn adalah orang kelima yang bersedia kuwawancara. 

"Helena, aku masih sangat muda saat Adolf Hitler, melalui tentara nya, membuka lowongan pekerjaan dengan gaji dan fasilitas yang bagus. Siapapun pasti akan memilihnya daripada menjadi buruh pabrik. Namun siapa yang mengira kalau program Holocaust yang akan dijalankan akan membunuh jutaan orang." 




Kamis, 13 April 2023

camp 2023 - day 10 (13 April) - Putri Mako


Putri Mako

Cinta adalah pengorbanan. Sepertinya benar kata pepatah. Setiap yang mencinta pasti tak segan melakukan apa saja untuk pasangan yang dipuja. Demikian juga aku. 

Aku tipe wanita yang tak mudah berpindah ke lain hati. Jika rasa sudah tertambat pada satu lelaki, ia akan sulit diajak kompromi. Aku siap menerima dia meskipun langit runtuh menimpa. 

Kulirik sekilas pria disamping yang sebentar lagi resmi menghabiskan 

Rabu, 12 April 2023

camp 2023 - day 9 (12 April) - Abigail


Abigail

Abigail mendekap erat tubuh pangeran Harry. Tak kuasa ia menahan agar air mata tak sampai jatuh membasahi pipi. Anak asuh kesayangannya itu masih delapan tahun. Ia tak akan paham dengan kematian. 

Lady Diana, majikannya, sekaligus ibu dari pangeran Harry, diberitakan meninggal dunia dalam kecelakaan mobil bersama kekasihnya. Abigail tak bisa menahan rasa terkejutnya. Sambil membekap mulutnya, ia pandang malaikat kecil nan polos yang sedang bermain bersamanya. 

Sudah delapan tahun Abigail bekerja mengabdikan dirinya di Buckingham palace, kediaman keluarga kerajaan Inggris. Tugasnya adalah mengasuh pangeran Harry. Sudah seperti anaknya sendiri, putra bungsu pangeran Charles dan lady Diana itu. Ia rawat dengan penuh cinta. 

Lady Diana yang ia kenal adalah seorang penyayang keluarga. Tutur katanya lembut. Suaranya merdu. Belum pernah sekalipun Abigail melihat sang Lady emosi. Jadi wajar, jika berita tentang kekasih gelap yang menghias berbagai media itu membuat Abigail shock, kaget setengah mati. 

"Abi, why are you crying?" Pangeran Harry bertanya ingin tahu kenapa Abigail yang semula riang gembira berubah sendu.

Secepat kilat Abigail menghapus 

Abi





Selasa, 11 April 2023

camp 2023 - day 8 (11 April) - Ratu Sepatu


Ratu Sepatu

Jemma memulai hari dengan pahit. Segera setelah ayah ibunya meninggal dunia karena wabah flu burung, Jemma bekerja sebagai abdi ndalem istana Malacanang. Ia melayani segala kebutuhan ibu negara. 

Senin, 10 April 2023

camp 2023 - day 7 (10 April) - Takdir


TAKDIR

Bun Sen tak henti menitik air mata. Haru menyelimuti jiwa. Bagaimana tidak, hampir lima puluh tahun berpisah, kini ia bisa bertatap muka dengan keluarga. Adik yang sangat disayangi ada di hadapan mata. Seakan tak cukup peluk mewakili rasa. 

1978 tepatnya saat Bun Sen terpisah dari keluarga. Rezim Khmer Merah yang sedang berkuasa memaksanya long march bersama ribuan warga menuju desa. Semua orang dipaksa bekerja bertani dan berladang. Tua, muda, pria, wanita, anak-anak, orang dewasa, semua harus menuruti perintah Sang Penguasa. 

Kilas balik Bun sen muda - mjd romusha - menanam padi yg hasilnay disetor ke pemerintah

Bertahan hidup dgn makan tikus sawah 

Mengira semua keluarga mati karena kekejaman Khmer merah

Anak Bun sen upload di medsos ttg ortu nya 

Bun sen bertemu adiknya